Sabtu, 10 November 2018

14.12 No comments
Plastik saat ini mulai menjadi perbincangan, terutama di kalangan pemerhati dan orang-orang yang peduli lingkungan. Plastik yang menjadi limbah dan terbuang di tanah, sungai dan tempat lain mengganggu pemandangan, dan mencemarkan lingkungan. Di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, ikan sungai sudah tidak dapat dikonsumsi oleh manusia, karena tercemar dengan mikro plastik. Dampak jangka panjang bagi manusia adalah sebagai pemicu kanker.

Disamping sebagai limbah yang mencemar, ternyata plastik dapat menumbuhkan peluang usaha. Banyak pemulung dan pengumpul plastik yang menjadikan aktifitas pemungutan dan pengumpulan platik sebagai usaha pokoknya. Rupanya cukup menjanjikan.

Usaha Pengumpul Plastik Bekas
Salah satu usaha pengumpul plastik

Pada tingkat perdesaan atau kawasan usaha ini memungkinkan dilaksanakan, ternyata pemulung sudah banyak yang mencari plastik kemasan sampai ke perdesaan. Minuman kemasan, dari botol air mineral hingga minuman teh telah masuk ke pedesaan. Dulu, di tahun 80 an orang desa selalu bilang air tidak beli. Sekarang setiap ada kegiatan meskipun kecil sudah biasa menghidangkan makanan dengan disertai dengan air kemasan.

Untuk menunjang usaha tersebut, perlu juga kita ketahui kode-kode yang disertakan di plastik, mana yang aman dipakai atau harus didaur ulang. Coba perhatikan di bagian bawah kemasan atau di samping bawah kemasan. Ada kode seperti di bawah ini. Nah, kita perlu tahu apa artinya. 


Kode plastik kemasan

Manfaat kita tahu arti kode ini adalah kita dapat mengelompokkan plastik berdasarkan kode-kode tersebut. Kode tersebut di atas berupa nomor atau ada tulisan singkatan dari bahan plastik kemasan. Penjelasan dan arti kode tersebut adalah sebagai berikut:

Kode 1:


Disertai dengan tulisan PET/PETE (Polyethylene Terephthalate), Plastik ini berwarna transparan jernih dan banyak dipakai untuk kemasan botol air mineral, jus dan minuman ringan lainnya. Tidak tahan panas, jika digunakan untuk menyimpan air panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada  botol meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik yang dapat mengakibatkan kanker dalam jangka panjang.

Kode 2


Disertai ada tulisan HDPE (High Density Polyethilence). Memiliki sifat bahan yang keras, kuat, buarm dan tahan pada suhu tinggi. Biasanya dipakai untuk kemasan susu warna putih, galon, air minum, kursi lipat dan lain-lain.

HDPE merupakan salah satu bahan plastik yang aman karena bahan plastiknya mampu mencegah  reaksi kimia antara kemasan dan makanan/minuman yang ada di dalamnya. HDPE direkomendasikan untuk sekali pakai, karena ada bahan antimoni trioksida. Dampak kontaminasi bahan ini adalah iritasi kulit dan saluran pernapasan, sedangkan  bagi perempuan dapat mengakibatkan masalah menstruasi dan keguguran.


Kode 3

Plastik dengan kode 3 ini merupakan PVC (Polyvinyl Chloride), susah di daur ulang. Plastik jenis ini biasa ditemukan pada kemasan dan beberapa botol minuman kemasan.  Bahaya dari kandungan plastik jenis ini adalah karena mengandung DEHA (Di-2-etik-heksiladipat) yang dapat bereaksi dengan makanan pada saat bersentuhan langsung. DEHA bisa lumer pada suhu 15oC . Bahaya bagi tubuh apabila digunakan untuk kemasan makanan adalah merusak ginjal, hati dan penurunan berat badan.

Kode 4

Plastik kode 4 disertai dengan tulisan LDPE (Low Density Poyethylene). Sifatnya sangat kuat, agak tembus pandang. Biasanya digunakan untuk kemasan makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek. Plastik ini sulit dihancurkan, sering didaur ulang. digunakan untuk kemasan makanan cukup aman, karena plastik ini tidak mudah bereaksi kimia.

Kode 5

Plastik dengan kode 5 bertuliskan PP (Polypropylene). Sifatnya kuat, transparan tetapi tidak jernih, ringan, memiliki ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap. PP bahan plastik terbaik dan teraman digunakan untuk makanan atau minuman. Tahap panas sehingga dapat digunakan pada microwave.

Kode 6


Plastik dengan kode 6 bertuliskan PS (Polystyrene), biasa dipakai sebagai bahan tempat makanan styrofoam, tempat minum sekali pakai dan lain-lain. Selain dari tempat makanan styrene juga didapat dari asap rokok, asap kendaraan, bahan konstruksi gedung. Plastik ini sebaiknya dihindari karena berbahaya bagi kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada perempuan yang mengakibatkan gangguan masalah reproduksi, pertumbuhan dan sistim saraf. Plastik ini juga sulit didaur ulang.

Kode 7

Plastik kode 7 (OTHER) terbagi 4 yaitu:
  1. PC (Polycarbonate) yang tidak dianjurkan sebagai wadah makanan, 
  2. SAN (Styrene Acrilonitrile), baik digunakan untuk kemasan karena memiliki resistensi tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu. Seperti pada mangkok, mixer, pembungkus termos, piring, alat makanan, penyaring kopi dan sikat gigi.
  3. ABS (Acrylonitrile Butadiene Styrene), baik juga digunakan sebagai kemasan karena tahan terhadap reaksi kimia dan suhu. Biasanya pada mainan lego dan pipa.
  4. Nylon, ditemuka pada botol minum olah raga, suku cadang mobil, botol susu bayi, kaleng kemasan termasuk susu formula.

Nah demikian kode dari  plastik. Diketahuinya kode jenis plastik kita dapat mengelompokkannya sesuai dengan kode dan warnanya. Plastik tersebut dapat juga didaur ulang atau dipergunakan kembali untuk kemasan lainnya. Selamat berusaha semoga sukses.

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung ke situs ini. Silahkan isi komentar/tanggapan anda

Recent Post

Popular Posts

Blog Archive