Sabtu, 18 November 2017

17.34 , 1 comment
Peluang usaha di pedesaan di bidang ritel masih terbuka lebar. Apalagi pada daerah-daerah yang belum terjaman oleh pelaku ritel raksasa yang menggurita itu. Kelebihan usaha ritel di pedesaan adalah konsumennya untuk masyarkat desa sendiri, karena keuntungannya adalah untuk membangun desa. Bagi BUMDes yang akan mulai mengelola usaha ritel sangat penting untuk mempelajari manajemen usaha ritel tersebut. Berikut ini disajikan tulisan dari Ir. Ruly Tisna Yuliansa tentang manajemen ritel. Berbagai problema yang dihadapi dalam usaha ini dan kiat-kiat mengatasi permaslahan tersebut.

Persepsi Tentang Ritel

Persepsi tentang ritel perlu disamakan terlebih dahulu, karena ritel saat ini memakai konsep jaringan. Contohnya toko ritel Indomaret atau Alfamart yang telah memiliki jaringan lebih dari 200 cabang. Makin banyak outletnya makan makin besar usaha ritelnya. Perkembangnya bukan kepada perkembangan proyek tetapi dari 1 produk menjadi 10, dari 10 menjadi 20 begitu seterusnya. Sebelum memulai bisnis ritel kita mesti menguasai produk yang akan kita pilih (jenis maupun prospeknya). Hal keuda untuk bisnis ritel kita harus siap untuk memiliki toko yang kedua. Jangan hanya berpikir satu toko saja. Hal itu dilakukan dengan satu brand.

Kelebihan ritel yang kita usahakan adalah memiliki ciri khas yang dapat kita tawarkan kepada konsumen. Kalau kita perhatikan Indomaret, Carrefour, Alfamart dan sebagnya bukan produknya yang ditonjolkan tetapi brand toko itu sendiri. Karena produk yang dijual relatif sama. Misalkan Carefour memiliki image produknya serba lengkap dan murah karena mampu membayar selisih marjinnya. Itulah yang tertaman dibenak kita. Inti usaha ritel adalah mampu menciptakan sebuah sitem didalamnya dan mampu mereplikasi dalam suatu ke khasan ritel kita.

Karakter ritel adalah item produknya banyak. Semakin lengkap produk ritel kita konsumen akan semakin senang. Ujian pertama untuk peritel baru adalah pemilihan produk. Pilihlah produk yang bisa laku yaitu dengan mengetahui karakter pasar. Bila ada produk baru seleksilah terlebih dahulu. Bila salah seleksi maka akan memenuhi rak kita di toko. Tahap awal pembentukan ritel adalah membentuk sistem yang standar. Pemunculan ciri khas, penataan display, dan sebagainya. Itu dilakukan 5 tahun awal usaha ritel. Ide pemunculan brand harus digali dengan sekreatif mungkin. Mulailah dari yang kecil untuk sesuatu yang besar. Dengan ciri khas yang menunjul kita dapat mendapatkan investor atau penanam modal dengan mudah.


BACA SELANJUTNYA >>>

1 komentar:

  1. Ingin kembangkan usaha mikro, umkm seperti toko, toserba, koperasi, grosir, apotek, disto, butik, dsb anda?
    Atau menambah cabang/outlet ritel menengah atas seperti swalayan dan minimarket?
    .
    Program kredibel ini handal karena tidak terbatas jumlah item barang... Tanpa penginstalan khusus, shg digunakan lebih simpel...
    .
    Like & Comment FB FanPage :
    https://www.facebook.com/vistokoonline/posts/365636047292883
    .
    Atau
    .
    http://www.vistoko.com
    .
    ?? follow: @artanfinema
    .

    BalasHapus

Terima kasih telah berkunjung ke situs ini. Silahkan isi komentar/tanggapan anda

Recent Post

Popular Posts

Blog Archive