Rabu, 25 Oktober 2017

17.16 No comments
Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan sangat serius untuk mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam bentuk warung desa (Wardesmart) di setiap desa. Untuk mensukseskan program tersebut, Pemkab Lamsel menggandeng Bank Lampung untuk pengembangan BUMDes dengan membantu permodalan. Sehingga, wardesmart bisa segera terealisasi.

“Pihak Bank Lampung akan menjamin permodalan pihak desa, mulai dari pembangunan gedung sampai dengan permodalan bahan yang nanti dapat usahakan,” kata Bupati Lamsel, Zainudin Hasan, saat menghadiri Sosialisasi BUMDes yang dihadiri perwakilan Bank Lampung dan seluruh kepala desa di Aula Rajabasa, kemarin.

Bupati mengatakan, dalam penyusunan program BUMDes tidaklah mudah, di butuhkan payung hukum yang kuat dan dibutuhkan rencana yang matang serta pengawasan terukur. Menurutnya, persoalan mendasar yang ada disetiap desa adalah persoalan buruknya kondisi infrastruktur jalan. Untuk itu, dengan memanfaatkan program dana desa (DD), Zainudin minta, difokuskan pada pembangunan infrastruktur jalan.

Ia yakin, dengan kondisi jalan yang bagus, maka laju pergerakan warga di desa akan mudah dan akan lebih mudah menopang perekonomian masyarakat.

Bupati minta, setelah program pembangunan jalan terlaksana sesuai dengan target, maka realisasi DD harus difokuskan untuk pengembangan BUMDes.

Sehingga, keberadaan wardesmart dapat lebih maksimal dalam menunjang perekonomian masyarakat.
“Bank Lampung akan membantu dalam bentuk permodalan seperti Koperasi Usaha Rakyat (KUR) untuk pengembangan Wardesmart. Angka permodalan yang ditawarkan pihak Bank Lampung sampai dengan Rp500 juta/desa,” ujarnya.

Pengembalian modal dari Bank Lampung tersebut bisa dicicil oleh pihak desa selama tiga tahun

Sementara, Pjs Direktur Bank Lampung, M Syahroni, mengapresiasi program BUMDes yang dilaksanakan di Lamsel. Ia berharap, berjalannya program tersebut secara merata akan berpotensi memajukan perekonomian di desa.

“Ini sangat luar biasa. Dan kami berkewajiban untuk mensuport serta mendukung ini," kata Syahroni.

Ia menyatakan, siap untuk memberikan pelatihan para pengelola BUMDes agar menjadi agen Bank Lampung. Sehingga, aktivitas seperti penarikan dan transfer uang, pembayaran PLN dan sebagainya dapat langsung dilakukan di masing-masing desa.

“Harapan kita, 256 desa di Lamsel ini ada BUMDesnya. Kita siap untuk membantu permodalannya tentu dengan bunga yang rendah, mulai dari pembangunan sampai berjalan,” pungkasnya.(Dirsah/Edu)

Sumber : Kupastuntas.co 31 Agustus 2017

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung ke situs ini. Silahkan isi komentar/tanggapan anda

Recent Post

Popular Posts

Blog Archive