Jumat, 10 Februari 2017

22.19 , No comments
Restoran Terapung Kampung Rawa salah satu
usaha kelompok di tingkat Desa yang ada di
 Ambarawa Jawa Tengah
Keberhasilah usaha kelompok juga akan didukung dengan rencana usaha anggota. Oleh karena itu perlu ditetapkan apakan usaha anggota bersinergi dengan usaha kelompok atau terpisah. Persoalan yang sering muncul adalah ketidak mampuan anggota untuk membagi sumberdaya, baik waktu, tenaga dan modal untuk usaha rumah tangganya dengan usaha kelompok. oleh karena itu perlu disusun adanya Rencana Usaha Kelompok dan Rencana Usaha Anggota.





1.     Pengertian Menyusun Rencana Usaha   
Apa perencanaan usaha (business plan) itu? Untuk memahaminya, terlebih dahulu kita pahami arti istilah usaha dan arti istilah perencanaan.
Dalam pengertian ekonomi, usaha atau bisnis adalah semua kegiatan yang dilakukan oleh individu maupun kelompok individu yang dilaksanakan secara legal dengan menggunakan dan mengkombinasikan sumberdaya atau faktor-faktor produksi untuk menyediakan barang dan/ atau jasa bagi masyarakat dengan tujuan untuk memperoleh manfaat finansial, yaitu laba bisnis atau laba usaha (business profit).
2.      Menyusun  RUA dari komoditas yang telah terpilih :
RUA adalah rencana usaha tani yang disusun oleh anggota kelompok berdasarkan kebutuhan usahatani yang akan dilakukan. Manfaat RUA adalah sebagai dasar penyusunan RUK dan sebagai pedoman dalam penyaluran dana/ usaha . RUA disusun oleh Anggota Kelompok dan disahkan oleh Ketua Kelompok.

3.      Analisa Finansial
Analisis finansial usaha adalah proses perhitungan tentang besarnya seluruh biaya (pengeluaran) yang diperlukan dalam suatu proses produksi, penerimaan dan pendapatan yang akan dan atau diperoleh dari produksi yang dapat dihasilkan dari usaha  tersebut.
Analisis finansial usaha mempunyai tujuan, untuk :
1.  Mengetahui besarnya jumlah modal yang dibutuhkan untuk kegiatan usaha agribisnis dalam skala tertentu;
2.  Mengetahui besar (proyeksi) keuntungan yang akan diperoleh;
3.  Memperhitungkan resiko atau hambatan yang dihadapi dalam proses produksi;
4.  Melakukan kegiatan efisiensi biaya usaha dalam rangka meningkatkan pendapatan (keuntungan).
Kondisi atau prasyarat agar dapat melakukan analisis finansial usaha agribisnis, antara lain :
1. Penguasaan teknologi agribisnis;
2. Tersedianya informasi dan data;
3. Penguasaan informasi dan data pasar barang / jasa.
Analisis Biaya, Penerimaan, dan Pendapatan Usaha
1.  Rencana produksi
Yaitu skala (volume) usaha dan jenis usaha yang akan dikerjakan.
2.  Biaya usaha
Yaitu seluruh pengeluaran dana (korbanan ekonomis) yang diperhitung-kan untuk keperluan usaha.
Biaya usaha, meliputi :
a.  Investasi harta tetap
Yaitu sarana prasarana usaha yang mempunyai jangka usia ekonomi atau usia pemakaian yang panjang atau berumur tahunan, biasanya lebih dari satu tahun.
b.  Biaya operasional usaha
Yaitu seluruh biaya yang digunakan untuk pelaksanaan proses produksi suatu usaha. Biaya operasional usaha, terdiri dari :

1)  Biaya usaha atau biaya tetap (fixed cost)
Yaitu seluruh biaya yang harus dikeluarkan dalam proses produksi untuk menghasilkan suatu produk yang besarnya tetap (konstan), tidak dipengaruhi oleh jumlah/volume produk yang dihasilkan.
2)  Biaya pokok produksi
Yaitu seluruh biaya yang harus dikeluarkan dalam proses produksi untuk menghasilkan suatu produk yang besarnya tidak tetap, dan dipengaruhi oleh jumlah/volume produk yang dihasilkan.
Biaya-biaya lain yang termasuk dalam kelompok biaya operasional :
1)  Biaya penyusutan
Yaitu biaya yang harus dikeluarkan dan diperuntukan sebagai pengganti investasi harta tetap, yang pada waktu tertentu tidak dapat digunakan lagi atau rusak.


Text Box: Nilai Awal - Nilai Akhir
------------------------
Jangka Usia Ekonomis
 




2)  Total biaya (Total Cost = TC)
Yaitu hasil penjumlahan dari Biaya Usaha (FC) + Biaya Pokok (VC).
3.  Penerimaan Usaha (Revenue = R)
Yaitu jumlah nilai uang (rupiah) yang diperhitungkan dari seluruh produk yang laku terjual.  Penerimaan usaha merupakan hasil perkalian antara jumlah produk (Q) terjual dengan harga (P).


Text Box: Penerimaan (R) = Q x P
 


4.  Pendapatan Usaha (Income = I)
Yaitu jumlah nilai uang (rupiah) yang diperoleh pelaku usaha, setelah Penerimaan (R) dikurangi dengan seluruh biaya atau Total Biaya (TC). Pendapatan usaha disebut juga sebagai Laba Usaha.


Text Box: I = R – TC
 


Pendapatan atau Laba Usaha dibedakan menjadi 3 (tiga), yaitu :
a.  Text Box: Laba Kotor = Penerimaan – Biaya Pokok ProduksiPendapatan/Laba Kotor adalah penerimaan usaha dikurangi biaya pokok produksi atau biaya tidak tetap.
b.  Pendapatan/Laba Usaha adalah laba kotor dikurangai biaya usaha dan biaya penyusutan.


Text Box: Laba Usaha = Laba Kotor – (Biaya Usaha + Biaya Penyusutan)
 


c.   Pendapatan/Laba Bersih (Benefit) adalah laba usaha yang telah dikurangi dengan pajak-pajak, bunga bank, dan pajak lain yang berlaku.
Text Box: Laba Bersih = Laba Usaha – (Pajak + Bunga Bank) 



Harga Pokok Produksi (HPP) dan Harga Jual Produksi (HJP)
HPP merupakan harga suatu barang yang dapat ditentukan dan dikontrol oleh produsen. Sedangkan HJP merupakan harga suatu barang yang diharapkan oleh produsen untuk mendapatkan keuntungan (maksimal).
1.  Harga Pokok Produksi (HPP)
Yaitu besarnya nilai korbanan (biaya) yang dikeluarkan untuk menghasilkan satu unit produk tertentu.


Text Box:               Total Biaya (TC)
HPP  =  -------------------
            Jumlah Produk (Q)
 



2.  Harga Jual Produksi (HJP)
HPP adalah harga suatu barang yang ditetapkan oleh produsen untuk mendapatkan keuntungan yang optimal.


Text Box: HJP = HPP + (% Keuntungan x HPP)
 



Analisis Kelayakan Usaha
Kelayakan usaha dapat dianalisis dengan menggunakan beberapa indikator pendekatan atau alat analisis, seperti menggunakan Titik Pulang Pokok (Break Event Point/ BEP), Revenue-Cost ratio (R/C ratio), Benefit-Cost ratio (B/C ratio), Payback Period, Retur of Investment, dll.
1.  Titik Pulang Pokok (Break Event Point/BEP)
BEP adalah situasi dimana suatu usaha tidak mendapatkan keuntungan tetapi juga tidak menderita kerugian usaha.
Ada 2 (dua) pendekatan penetapan BEP, yaitu :
a.  BEP Unit
Yaitu jumlah produksi (unit) yang dihasilkan dimana produsen pada posisi tidak rugi dan tidak untung.


Text Box:                      Total Biaya
BEP Unit = ---------------------
               Harga Jual per unit
 




b.  BEP Harga
Text Box:                       Total Biaya
BEP Harga = -------------------
                 Jumlah Produksi
Yaitu tingkat atau besarnya harga perunit suatu produk yang dihasilkan produsen pada posisi tidak untung dan tidak rugi.  Besaran BEP harga nilainya sama dengan besaran HPP.




2.  R/C Ratio
Yaitu perbandingan antara Penerimaan usaha (Revenue = R) dengan Total Biaya (Cost = C).
Karena adanya unsur keuntungan sebesar 0,3 maka analisis kelayakan dari R/C ratio adalah :
a.  R/C > 1,3 = Layak / Untung
b.  R/C = 1,3 = BEP
c.   R/C < 1,3 = Tidak Layak / Rugi.
3.  B/C Ratio
Yaitu perbandingan antara Laba Bersih (Benefit = B) dengan Total Biaya
(Cost = C).
Karena adanya unsur keuntungan sebesar 0,3 maka analisis kelayakan dari B/C ratio adalah :
a.  B/C > 0,3 = Layak / Untung
b.  B/C = 0,3 = BEP
c.   B/C < 0,3 = Tidak Layak / Rugi.

4.  Payback Period
Adalah kemampuan suatu perusahaan didalam mengembalikan semua modal/ investasi yang ditanam.
Semakin pendek waktu pengembalian maka semakin layak suatu usaha, yang berarti semakin besar laba bersih yang diperoleh perusahaan.


Text Box:                                 Investasi Harta Tetap
Payback Period = ------------------------------
                           (Laba Bersih + Penyusutan)
 













RENCANAAN USAHA ANGGOTA


JENIS KEGIATAN USAHA .............................................................................

1.    IDENTITAS KELOMPOK

Nama Kelompok

Alamat Kelompok :

Desa

Kecamatan

Kabupaten


2.    ALASAN PEMILIHAN JENIS USAHA

A. Jangka Waktu Usaha                      
......................................................................bln
A.   Volume  
Usaha/Produksi
......................................................................
B.   Waktu Proses
Produksi
....................................................hari/minggu/bulan  *)
D. Total Produksi
Unit : .........................
E.   Pemasaran
-       Daerah Pemasaran

-       Cara Pemasaran



-       Persaingan Pasar

-       Permintaan Pasar

  1. Penentuan Harga

  1. Cara Pembayaran

1) Desa setempat       2) Luar desa                           
                             3) Desa setempat & luar desa  

1). Pedagang pengumpul    2). Langsung ke pasar      
                                         3). Lewat kelompok

1). Banyak        2). Sedang  3).Sedikit

1) Sedikit         2) Sedang               3) Banyak

1). Ditentukan pembeli      2) Harga pasar                          
                                       3) Kesepakatan
1). Ijon           2) Kredit       3). tunai/kontan
F. Penguasaan Teknologi
1). Tidak mampu  2) Kurang        3). Mampu
G. Sumber Bahan Baku
1). Luar desa      2). Luar desa & desa setempat         
3)  Lokal desa setempat                    
H. Tenaga kerja
1). Luar keluarga   2). Keluarga & luar keluarga      3) Keluarga
I. Sarana & Prasarana
1) Kurang tersedia 2) Cukup tersedia                      3) Tersedia
J.  Cara Pengeloaan
1). Kelompok    2). Individu   3) Individu & kelompok           
*) coret yang tidak perlu


3.    ANALISA USAHA
a.   Rincian  Biaya
Uraian
Jumlah
Unit
Harga/Unit (Rp)
Total Biaya / Siklus (Rp)
(i)
(ii)
(iii)
(iv)
(v) = (ii) x (iv)
1.  Pembelian Bahan  Baku




   ............................
…………
  ............................
…………
...
2. Upah Tenaga kerja
 …
Orang
...
3. Peralatan




  ............................
 …
 …
...
  ............................
 …
 …

4. Lain-lain




............................
 …
 …

Total





b.   Pendapatan
Uraian
Jumlah
Unit
Harga/Unit (Rp)
Total Pendapatan
(i)
(ii)
(iii)
(iv)
(v) = (ii) x (iv)
Penjualan

...
...






c.   Keuntungan
Total Pendapatan
Rp. ........................................................
Total Biaya
Rp. ........................................................
Total Keuntungan (Total Pendapatan - Total Biaya)
Rp. ........................................................

d.   Permodalan
Modal Sendiri
Rp. ................................................
Bantuan usaha pihak lain (.................................................................)
Rp. .................................................
Modal yang dibutuhkan
Rp. ................................................

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung ke situs ini. Silahkan isi komentar/tanggapan anda

Recent Post

Popular Posts

Blog Archive