Kamis, 07 April 2016

08.18 No comments


Potensi ekonomi desa pada sektor pertanian, perkebunan, hortikultura, peternakan, perikanan dan pariwisata. Pada sektor pertanian adalah tanaman pangan yang terdiri dari padi sawah dan padi ladang. Jumlah produksi padi pada tahun 2014 adalah mencapai 63.439 ton dengan luas panen 21.545 Ha. Produksi tahun ini mengalami penurunan dibanding dengan tahun sebelumnya. Penurunan produksi ini disebabkan oleh faktor cuaca dan hama yang mengakibatkan penurunan jumlah produksi petani padi. Pada tanaman pangan lainnya, ubi kayu dengan produksi sebesar 1.398 ton dan jagung sebesar 1.308 ton.
Pada sektor perkebunan komoditas utama yang dilakukan oleh perkebunan rakyat pada tahun 2013 (Seluma Dalam Angka Tahun 2015) adalah kelapa sawit yang menghasilkan produksi sebesar 66.807 ton dengan luas lahan 31.381 Ha, karet dengan produksi sebesar 26.136 ton pada luas lahan 26.506 Ha dan kopi dengan produksi sebesar 4.908 ton pada luas lahan 8.163 Ha. Untuk pengolahan kelapa sawit di Kabupaten Seluma telah berdiri Pabrik CPO di Kecamatan Seluma Barat.

Produksi hortikultura yang utama adalah cabai besar (1.763 kw), ketimun (1.467 kw), kacang panjang (1.426 kw) dan terung (1.293 kw).
Pada sektor peternakan yang utama untuk ternak besar yaitu sapi dan kerbau dengan populasi mencapai 16.801 ekor dan 448 ekor. Sedangkan untuk ternak kecil yaitu kambing, ayam dan itik dengan populasi kambing sebanyak 9.124 ekor, ayam sebanyak 1.650.744 ekor dan populasi itik sebanyak 14.630 ekor.
Untuk sektor perikanan, perikanan tangkap di tahun 2014 mencapai 830 ton atau senilai Rp.12 milyar. Sedangkan untuk perikanan budiaya mencapai 5.456 ton, sedangkan untuk potensi pariwisata dapat dilihat pada tabel berikut ini:
No
Kecamatan
Desa
Jenis Wisata
1.
Air Periukan
Kungkai
Pantai Muara Kungkai


Ngalam
Pantai Muara Ngalam
2.
Ilir Talo
Penago Baru
Pantai Muara Penago Baru


Marga Sari
Pantai Penago
3.
Seluma Selatan
Pasar Seluma
Pantai Seluma
4.
Semindang Alas Maras
Ketapang Baru
Pantai Ketapang Baru
5.
Suka Raja
Kroya
Air Terjun Kroya
6.
Semindang Alas
Air Melancar
Air Terjun Melancar


Pajar Bulan
Bendungan Alas
7
Seluma Utara
Lubuk Resam
Air Terjun Cughup Embun



Air Terjun Lubuk Resam



Arung Jeram Lubuh Resam



Gua Lubuk Resam



Suban Lubuk Resam
8
Ulu Talo
Giri Nanto
Air Terjun Simpur Besar



Suban Giri Nanto
Sumber: Seluma Dalam Angka 2015.
            Pada pelaksanaan Dana Desa telah terbit prioritas penggunaan dana desa tahun 2015 melalui Permendesa Nomor 21 Tahun 2015 yaitu untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Untuk pembangunan diprioritaskan pada:
a.      pembangunan, pengembangan, dan pemeliharaan infrasruktur atau sarana dan prasarana fisik untuk penghidupan, termasuk ketahanan pangan dan permukiman;
b.      pembangunan, pengembangan dan pemeliharaan sarana dan prasarana kesehatan masyarakat;
c.      pembangunan, pengembangan dan pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan, sosial dan kebudayaan;
d.   pengembangan usaha ekonomi masyarakat, meliputi pembangunan dan pemeliharaan sarana prasarana produksi dan distribusi;
e.      pembangunan dan pengembangan sarana-prasarana energi terbarukan serta kegiatan pelestarian lingkungan hidup.
Sedangkan untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat prioritasnya pada:
a.   peningkatan investasi ekonomi desa melalui pengadaan, pengembangan atau bantuan alat-alat produksi, permodalan, dan peningkatan kapasitas melalui pelatihan dan pemagangan;
b.   dukungan kegiatan ekonomi baik yang dikembangkan oleh BUM Desa atau BUM Desa Bersama, maupun oleh kelompok dan atau lembaga ekonomi masyarakat Desa lainnya;
c.    bantuan peningkatan kapasitas untuk program dan kegiatan ketahanan pangan Desa;
d.      pengorganisasian masyarakat, fasilitasi dan pelatihan paralegal dan bantuan hukum masyarakat Desa, termasuk pembentukan Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) dan pengembangan kapasitas Ruang Belajar Masyarakat di Desa (Community Centre);
e.      promosi dan edukasi kesehatan masyarakat serta gerakan hidup bersih dan sehat, termasuk peningkatan kapasitas pengelolaan Posyandu, Poskesdes, Polindes dan ketersediaan atau keberfungsian tenaga medis/swamedikasi di Desa;
f.     dukungan terhadap kegiatan pengelolaan Hutan/Pantai Desa dan Hutan/Pantai Kemasyarakatan;
g.      peningkatan kapasitas kelompok masyarakat untuk energi terbarukan dan pelestarian lingkungan hidup;
h.      bidang kegiatan pemberdayaan ekonomi lainnya yang sesuai dengan analisa kebutuhan desa dan telah ditetapkan dalam Musyawarah Desa.

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung ke situs ini. Silahkan isi komentar/tanggapan anda

Recent Post

Popular Posts

Blog Archive