Rabu, 22 Mei 2019

14.39 No comments

A. Latar Belakang

Produksi pangan karbohidrat di Kecamatan Padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara pada tahun 2017 untuk padi-padian mencapai 9.256 ton dan umbi-umbian mencapai 998 ton. Sedangkan sumber protein yang berasal kacang-kacangan mencapai 101,5 ton. Produksi buah-buahan yaitu durian 1.583 kw, mangga 201 kw, pepaya 37 kw dan nanas 14 kw.

Jumlah penduduk di Kecamatan Padang Jaya pada tahun 2018 sebanyak 21.321 jiwa. Jika kebutuhan protein berdasarkan AKG (Angka Kecukupan Gizi) rata-rata 60g/hari/orang atau 21,9 kg per tahun per orang dan kebutuhan karbohidrat rata-rata 350 g/hari/orang atau 127,7 kg per tahun per orang, maka dapat diperkirakan kebutuhan protein per tahun mencapai 466,9 ton dan kebutuhan karbohidrat per tahun mencapai 2.722,69 ton. Berdasarkan angkat tersebut untuk kebutuhan karbohidrat telah tepenuhi, sedangkan kebutuhan protein masih rendah, pemenuhan kebutuhan protein lainnya berasal dari ikan dan ayam. Dimana kecamatan Padang Jaya termasuk dalam wilayah kawasan minapolitan, yaitu sentra perikanan budidaya.

Namun demikian, produksi dan pemenuhan gizi penduduk ini tidak merata di setiap desa. Ditunjukkan bahwa pada adanya kasus stunting di Desa Tanah Tinggi dengan angka prevalensi stunting sebesar 39,58% yang menunjukkan lebih dari spertiga balita di desa tersebut mengalami gizi buruk yang mengakibatkan pertumbuhan badannya terganggu sehingga tidak sesuai dengan usianya. Persoalan ini juga diakibatkan tingginya angka kemiskinan. Berdasarkan angka %RTM-P yaitu rumah tangga miskin yang pekerjaan utamanya di sektor pertanian yaitu sebesar 69,32% yang berarti lebih dari separuh penduduk di desa ini masuk katagori Rumah Tangga Miskin (RTM).

Potensi Desa Tanah Tinggi Kecamatan Padang Jaya yaitu luas areal desa 1.050 ha. Luas ladang/perkebunan rakyat sebesar 9,83 ha yaitu karet, sawit, dan tanaman palawija, luas lahan peternakan 5 ha.

Pengembangan Korporasi Usahatani (PKU) merupakan kegiatan usahatani dari hulu dan hilir yang dijalankan secara terintegrasi (terpadu) pada satu atau lebih tahapan pengolahan untuk menghasilkan produk pangan dan non pangan dan akan menjadi suatu lembaga yang berbadan hukum.

Untuk kegiatan PKU Tahun 2019 telah ditetapkan di Desa Tanah Tinggi Kecamatan Padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu. Komoditas yang akan dikembangkan adalah nanas, pisang dan ubi kayu.

B. Ruang Lingkup

Kegiatan PKU di Desa Tanah Tinggi Kecamatan Padang Jaya akan melakukan kegiatan usaha tani hingga pengolahan hasil dan pemasaran komoditas Nanas, Pisang dan Ubi Kayu.

C. Tujuan

Dengan adanya kegiatan PKU bertujuan untuk :
  1. Meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompok dan gapoktan.
  2. Meningkatkan pendapatan anggota kelompok tani dan gapoktan.
  3. Menguatkan kelembagaan Gapoktan menjadi lembaga berbadan hukum yang profesional dan mandiri.

D.Sejarah  Berdirinya Usaha

Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bhakti Bersama Desa Tanah Tinggi Kecamatan Padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara berdiri pada tanggal 27 Desember 2010. Kelompok tani yang bergabung yaitu Kelompok tani Kuripan, Kelompok Tani Tunas Muda, Kelompok Tani Tani Jaya, Kelompok Wanita Tani Tunas Jaya, Kelompok Wanita Tani Harapan Ibu, Kelompok Wanita Tani Srikandi Mandiri, Kelompok Wanita Tani Lembur Kuring, dan Kelompok Wanita Tani Sumber Rejeki.

Pengukuhan pengurus Gapoktan berdasarkan Keputusan Kepala Desa Tanah Tinggi Nomor 31/TT-2012/SK/XI/2018 tanggal 16 November 2018 tentang Pengetapan Pengurus Gabungan Kelompok Tani Bhakti Bersama. Pengukuhan ini berdasarkan Berita Acara Pergantian Pengurus Gapoktan pada Tanggal 15 November 2018.

Gapoktan Bhakti Bersama mendapatkan Rekomendasi dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabuaten Bengkulu Utara Nomor 521/E1/275/XI/2018 pada tanggal 23 November 2018 dengan Nomor Registrasi 17 03 080 011 001 001 01.

E. Visi dan Misi

Menjadi suplier makanan kripik dan selai yang maju dan mandiri dengan mengedepankan kepuasan pelanggan.

Misi Gapoktan adalah:
a.    Menjual selai nenas kepada masyarakat secara luas.
b.    Menjual keripik pisang dan keripik singkong kepada masyarakat secara luas.
c.    Membuat varian rasa keripik agar sesuai denga selera konsumen.
d.    Mempromosikan pruduk dengan memanfaatkan media sosial.
e.    Menjadi suplier toko atau supermarket.

F. Struktur organisasi

Struktur Organisasi Gapoktan Bhakti Bersama

Berdasarkan Berita Acara Penetapan Kelompok Penerima Program Korporasi Usahatani (PKU) tanggal 15 November 2018, Kelompok yang ikut dalam program sebanyak 5 kelompok yaitu:
  1. Kelompok Tani Tunas Muda.
  2. Kelompok Wanita Tani Tunas Jaya
  3. Kelompok Wanita Tani Harapan Ibu
  4. Kelompok Wanita Tani Srikandi Mandiri
  5. Kelompok Wanita Tani Lembur Kuring

Kegiatan usaha tani budidaya nanas, pisang dan singkong dilakukan oleh kelima kelompok tani tersebut. Sedangkan untuk tanaman pisang diusahakan di masing-masing rumah anggota kelompok tani. Budidaya nanas dan singkong yang berada di lahan kolektif dilakukan pengerjaaannya secara bersama-sama. Untuk pemenuhan yang beralanjut budidaya masing-masing tanaman diatur dengan pergiliran tanaman. Sehingga panen tidak serempak.

Pengolahan hasil pasca panen dilakukan secara kolektif dengan dikoordinir oleh seksi pengolahan. Dengan membagi kelompok pembuat selai, pembuat keripik, besaran anggota kelompok disesuaikan dengan volume pekerjaannya. Pengerjaan kegiatan pembuatan keripik dan selai nanas masih memanfatkan rumah anggota kelompok dan gapoktan.

Untuk pemasaran dengan memenfaatkan jalur pemasaraan saat ini dan diperluas sambil menunggu diperolehnya PIRT. Pemasaran produk selai, keripik pisang dan keripik singkong dilakukan oleh Seksi pemasaran.

G. Jadwal Pelaksanaan


H. Analisas Swot


I. Gambaran umum pasar


Segmentasi dan target pasar yang menjadi sasaran konsumen dari produk Selai Nanas, keripik pisang dan keripik singkon telah diringkaskan dalam Model Bisnis Canvas terlampir. Secara umum segementasi pasar adalah untuk keluaga, remaja dan anak-anak. Keluarga ditargetkan produknya sebagai produk oleh-oleh yang dibuatkan dalam kemasan khusus. Sedangkan remaja adalah kemasan untuk cemilan ketika berkumpul. Sedangkan untuk anak-anak kemasannya diberikan logo super hero atau atau tokoh kartun lainnya.

Perkiraan permintaan diprediksi berdasarkan pertumbuhan penduduk di Kabupaten Bengkulu Utara. Untuk data jumlah penduduk di Kabupaten Bengkulu Utara sejak tahun 2013 – 2017 adalah sebagai berikut:


Berdasarkan pertumbuhan penduduk tersebut sehingga dapat diperkirakan permintaan konsumsi selai nanas, keripik pisang dan keripik singkong. Dengan asumsi kondisi perekonomian di Kabupaten Bengkulu Utara dan Indonesia dalam kondisi yang stabil. Sebagaimana diketahui bahwa makanan cemilan ini bukan sebagai kebutuhan pokok sehingga pembelanjaan konsumen akan terjadi apabila ada kelebihan dana dari pemenuhan kebutuhan pokok. Bahkan kondisi di masyarkaat saat ini prioritas pengeluaran adalah untuk pembayaran angsuran kredit dan biaya anak sekolah. Perkiraan pemintaan adalah sebagai berikut:


 J. Rencana Penjualan

Rencana penjualan dalam 1 tahun pertama adalah sebagi berikut:



Sedangkan untuk rencana penjualan selama 5 tahun adalah sebagai berikut:


Saluran pemasaran untuk mempromosikan produk memanfaatkan media, seperti media sosial (Facebook), brosur, dan mengikuti pameran yang ada di Provinsi Bengkulu dan pameran tingkat nasional.

Penjualan secara langsung dengan melalui outlet penjualan dan antar pesanan pada pelanggan yang memafaatkan media sosial atau membeli langsung di outlet. Sedangkan untuk reseller pada grosir penjual makanan atau pada toko/minimarket yang ada di kota Arga Makmur dan Bengkulu. Untuk penjualan selai nanas disamping dijual secara langsung juga pada penjual roti. Pejualan produk juga dapat bekerjasama dengan BUMDes yang memiliki kegiatan sejenis yang ada di sekitar Desa Tanah Tinggi atau Kecamatan Padang Jaya.

Untuk mendukung kemasan yang baik, Gapoktan akan bekerjasama dengan Rumah Kemasan yang berada Surabaya Bengkulu (Depan Kantor BPTP Provinsi Bengkulu). Kerjasama ini berupa desain dan pembuatan kemasan produk yang disesuaikan dengan sasaran konsumen. Kemasan yang menarik dan baik akan membuat produk tahan lama.

Pengiriman pesanan untuk daerah yang jauh atau di luar kota Arga Makmur dan Kecamatan Padang Jaya dan sekitarnya akan menggunakan jasa TIKI atau JNE atau jasa pengiriman lainnya seperti mobil travel. Sedangkan untuk pengiriman di dalam kota menggunakan kendaraan roda 2 oleh bagian pemasaran Gapoktan.

Proyeksi aruskas (casflow) selama 4 tahun secara detail dapat dilihat di lampiran. Sedangkan Sumber penerimaan terdiri dari hasil penjualan produk utama, yaitu penjualan selain nanas, keripik pisang, keripik singkong, cake pisang. Serta penjualan produk ikutannya yaitu pakan ternak yang berasal dari limbah nenas dan pisang.

Proyeksi penerimaan selama 5 tahun adalah sebagai berikut:

Uraian
Tahun 1
Rp.000
Tahun 2
Rp.000
Tahun 3
Rp.000
Tahun 4
Rp.000
Produk Utama




Penjualan Selai Nanas
247,500
292,500
317,250
342,000
Penjualan Keripik Pisang
269,500
318,500
345,450
372,400
Penjualan Cake Pisang
4,200
4,200
4,200
4,200
Penjualan Keripik Singkong
220,000
260,000
282,000
304,000
Jumlah
741,200
875,200
948,900
1,022,600





Produk Ikutan




Penjualan Pakan Ternak Ruminansia
3,600
3,600
3,600
3,600
Penjualan Daun Pisang
240
240
240
240
Jasa Pelatihan
10,000
10,000
10,000
10,000
Jumlah
13,840
13,840
13,840
13,840
Jumlah Penerimaan
755,040
889,040
962,740
1,036,440


Untuk pengeluaran kegiatan Usaha terbagi pada biaya usaha tani, biaya operasional kegiatan atau biaya produksi, biaaya investasi peralatan, dan biaya pendukung lainnya yang terdiri dari biaya pemasaran, biaya listrik, perijinan dan lain sebagainya.

Untuk biaya usaha tani diproyeksikan tetap dalam setiap tahunnya, karena luasan usaha tani tetap, sedangkan apabila terjadi kekurangan bahan baku akan membeli dari hasil usahatani diluar gapoktan.

Biaya operasional kegiatan yang terdiri dari pembuatan selai nanas, keripik pisang, keripik singkong, cake dan juga pengolahan pakan dari limbah dapat dilihat pada proyeksi berikut ini.

Uraian
Tahun 1
Rp.000
Tahun 2
Rp.000
Tahun 3
Rp.000
Tahun 4
Rp.000
Biaya Pembuatan Selai Nanas
177,618
182,172
182,172
182,172
Biaya Pembuatan Keripik Pisang
306,634
314,496
314,496
314,496
Biaya Pembuatan Keripik Singkong
169,650
174,000
174,000
174,000
Biaya Pembuatan Cake Pisang
2,880
2,880
2,880
2,880
Biaya pembuatan pakan dari limbah
1,440
1,440
1,440
1,440
Penyelenggaran Jasa Pelatihan
7,000
7,000
7,000
7,000
Jumlah
665,221
681,988
681,988
681,988

Untuk proyeksi laba dan laba bersih berjalan dapat dilihat sebagai berikut:

Uraian
 Tahun 1
Rp.000
 Tahun 2
Rp.000
 Tahun 3
Rp.000
 Tahun 4
Rp.000
 Tahun 5
Rp.000
Laba
(234,459)
50,681
130,181
201,670
227,666
Laba berjalan
(234,459)
(183,778)
(53,597)
148,073
375,739






DF 12%
0.892
0.797
0.711
0.658
0.567
PV Laba bersih
(209,137)
40,392
92,559
132,699
129,087
NPV Laba berjalan
(209,137)
(168,745)
(76,186)
56,513
185,600


Perhitungan Net Persen Value (NPV) berdasarkan faktor diskonto pada tingkat bunga 12%. Penentuan ini berdasarkan pada angka bunga deposito bank tertinggi yang berlaku pada saat ini, serta mengacu pada tingkat bunga tabungan umum pada lembaga keuangn mikro.

B/C ratio (4 tahun)
1.27
BEP di tahun ke 4
IRR 4 tahun
11%

IRR 5 tahun
26%



Untuk Benefit dan Cost ratio dihitung berdasarkan nilai PV Laba bersih positif dibagi dengan PV laba Bersih negative. Angka lebih besar dari 1 menunjukkan kelayakan. Dari cash flow diperoleh BC ratio 1.27 bahwa layak untuk periode usaha minimal 4 tahun, artinya biaya akan terturupi pada tahun ke 4. Sedangkan BEP atau titik kembali modal juga terjadi pada tahun ke 4.

Sedangkan IRR adalah dihitung untuk melihat tingkat suku bunga yang layak atau yang memungkinkan untuk dibiayai. Apabila nilanya dibawah suku bunga kredit maka usaha tersebut dalam periode tertentu belum memenuhi kelayakan. Dari hasil analisa diperoleh dalam jangka waktu 4 tahun nilai IRR sebesar 11% artinya untuk pembiayaan usaha ini jika periodenya hanya 4 tahun maksimal bunganya adalah 11%, belum memenuhi persyaratan kredit komersil. Sedangkan jika diperpanjang sampai dengan tahun ke 5 bisa mencapai  tingkat bunga 26%.

K. Penutup

Renana usaha ini disusun untuk menjadi acuan usaha dalam jangka pendek atau kurang dari 5 tahun. Berdasarkan analisas yang telah diuraikan di atas ada beberapa hal yang dapat dijadikan kesimpulan yaitu:
  1. Keuntungan terjadi pada tahun ke 2 sebesar sedangkan secara komularif keuntungan berjalan terjadi pada tahun ke 4. Artinya bahwa modal kembali terjadi pada tahun ke 4 sebesr Rp148juta.
  2. Sedangkan nilai keutungan bersih dengan diskonto 12% pada tahun ke 4 adalah Rp56juta.
  3.  BEP terjadi pada tahun ke 4 dengan nilai Net R/C ratio 1,27.
  4. IRR untuk tahun ke 4 adalah 11% dan tahun  ke 5 adalah 26%




Recent Post

Popular Posts

Blog Archive