Rabu, 30 Januari 2019

15.00 No comments
Bisnis plan atau rencana usaha dapat di definisikan sebagai pernyataan formal atau tertulis mengenai tujuan-tujuan yang hendak dicapai dari suatu entitas bisnis/usaha dan cara untuk mencapai tujuan tersebut.

Business Model Canvas (BMC) ialah suatu kerangka kerja yang membahas model bisnis dengan disajikan dalam bentuk visual berupa kanvas lukisan, agar dapat dimengerti dan dipahami dengan mudah. Model ini digunakan untuk menjelaskan, memvisualisasikan, menilai, dan mengubah suatu model bisnis, agar mampu menghasilkan kinerja yang lebih optimal (Wikipedia)

Berikut ini adalah Rencana Usaha  (Bisnis Plan) suatu Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang akan mengembangkan usaha pembuatan dan pemasaran selai nanas.


Bisnis Model Canvas (BMC) Selai Nanas
Bisnis Model Canvas Selai Nanas

1.  Customer Segment (Segmen Pelanggan)


  • Keluarga (semua umur) dikemas dalam kemasan kecil dari plastik dan toples. Dikonsumsi langsung sebagai pendamping makan roti.
  • Industri Kecil (Produsen Roti), dikemas lebih besar dalam ukuran kiloan.
  • Toko oleh-oleh yang ada di sekitar gapoktan dalam lingkup kecamatan dan kabupaten.

2.  Value Propositions (Proposisi Nilai)


  •  Selai Kemasan Botol/Toples
  •  Selai Kemasan plastik dengan beberapa ukuran.
  •  Menerima pesanan antar alamat (On line).
  •  Halal dan Sehat (POM, PIRT, MUI).
  •  Selain sebagai tempat produksi di Gapoktan juga dapat sebagi tempat belajar petani dan pelajar untuk pembuatan selai nanas.

 3. Channel (Saluran) Pemasaran


  • Brosur.
  • Pameran/Eksibisi
  • Media Online seperti facebook, instagram dan Whatsapp

4.  Customer Relationship (Kemitraan Pelanggan)


  • Penjualan langsung (Online / Outlet)
  • Produsen Roti
  • Reseller pada Minimarket/Toko Roti.
  • Potongan harga pelanggan

5.  Perkiraan Revenue Streams (Arus Pendapatan)

  • Penjualan Selai Nanas
  • Penjualan Pakan Tenak untuk Ruminansia.
  • Jasa memberikan pelatihan bagi petani/masyarakat umum, mahasiswa dan pelajar.

6.  Key Resources (Sumberdaya Utama)


  • Lahan Budidaya Nanas
  • Peralatan Pembuatan Selai
  • Peralatan Penggiling Limbah kulit Nanas untuk pakan ternak

7.  Key Activities (Aktivitas Utama)


  • Budidaya Nanas
  • Penghalusan (Blending) Nanas
  • Pemasakan
  • Pengemasan
  • Pemasaran
  • Pengolahan Limbah Kulit Nanas untuk pakan ternak.

8.  Key  Partner (Mitra Utama)


  • Minimarket/Toko/Toko Roti.
  • Hotel
  • Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten, Disnan Perindustrian dan Perdaganngan
  • Gofood/Tiki
  • Rumah Kemasan
  • Pengusaha Roti
  • BUMDes.

9.  Cost Structure (Struktur Biaya)

  • Biaya Budidaya Nanas (Biaya Usaha Tani)
  • Biaya Panen dan pasca panen.
  • Biaya Pembuatan Selai.
  • Biaya Pengolahan Limbah Nanas untuk Pakan Ternak
  • Biaya kemasan dan pemasaran
  • Biaya air dan listrik
  • Biaya sosialisasi, promosi pajak dan perijinan

Demikian Model Bisnis Canvas kegiatan pengeolahan dan pemasaran selai nanas. Semoga bermanfaat.

Senin, 28 Januari 2019

11.33 1 comment
Investing.com pada awal Januari 2019 merilis orang terkaya dunia tahun 2019. Orang Indonesia yang dinobatkan terkaya urutan ke 4 dunia adalah Hartono Family dengan bisnis Djarumnya. Menariknya adalah pada urutan ke 19 dinobatkan juga Joko Widodo (Jokowi) Presiden Republik Indonesia. Pada pengantar disampaikan analisa menurut Forbes, lebih dari sepertiga orang terkaya di dunia berbasis di Asia-Pasifik. Yang merupakan angka yang sangat mengesankan, tetapi semakin menarik. Laporan mengatakan bahwa wilayah Asia-Pasifik akan menjadi wilayah terkaya di dunia pada tahun 2020.

Jadi oleh karena itu, kami pikir sekarang akan menjadi waktu yang tepat untuk menghitung daftar Asia paling menarik (dan terkaya) kami di tahun 2018, tulisan  pengantar dari Investing.com



Joko Widodo Orang Terkaya Dunia

Berikut ini hasil analisa dari Investing.com:

Joko Widodo adalah Presiden Indonesia saat ini, yang dipilih pada Juli 2014. Widodo, yang biasa dipanggil Jodowi, adalah presiden Indonesia pertama dan satu-satunya yang tidak berasal dari latar belakang militer. Dia adalah seorang jutawan buatan sendiri dan awalnya walikota dari kota asalnya, Surakarta. Dia kemudian menjadi Gubernur Jakarta, Ibukota Indonesia. Jodowi adalah Presiden yang sangat populer dan ingin dipilih kembali pada pemilihan 2019 mendatang. Sayangnya, ia menghadapi beberapa tantangan serius karena pemerintah Indonesia terus terguncang oleh skandal korupsi.

Kembali pada bulan Maret, ada investigasi terhadap penipuan jutaan dolar dan tuduhan penggelapan terhadap salah satu politisi terkenal negara itu, Setya Novanto. Novanto dikenal sebagai salah satu sekutu penting politik Joko Widodo. Situasi ini menghantui presiden karena ia telah berusaha untuk mengeluarkan dirinya dari sejarah panjang sistem politik Indonesia yang terkenal korup. Apapun, Jodowi tetap sangat populer dengan konstituennya, dengan peringkat persetujuan terbaru di 60%.






Jokowi memiliki jalan keras di depannya saat ia berusaha untuk menyeimbangkan tuntutan konservatif Islam dan pemilih yang lebih progresif. Dia juga terus-menerus mendapat kecaman dari kelompok-kelompok hak asasi manusia karena usulannya untuk melarang seks gay dan di luar nikah dan keengganannya untuk melarang pernikahan anak. Awal tahun ini, Bapak Widodo juga mendapat kecaman dari kelompok-kelompok hak asasi manusia karena memenjarakan seorang remaja karena menghina dia di Facebook.


Bagaimana Pendapat Anda?

Lihat Orang terkaya lainnya.



Sabtu, 26 Januari 2019

09.26 No comments
Dalam merencanakan suatu usaha dilakukan studi kelayakan bisnis. Seperti BUMDes jika akan membuka unit usaha terlebih dahulu dilakukan kelayakan terhadap usaha tersebut. Berikut ini adalah format laporan hasil Studi Kelayan Bisnis yang dapat digunakan sebagai acuan:

Sebuah usaha kulier yang dikembangkan BUMDes



SISTEMATIKA PENULISAN
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS


BAB I. PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang Pengembangan Usaha
B.   Tujuan
C.   Ruang Lingkup

BAB II. RINGKASAN PROYEK
A.      Nama Perusahaan
B.      Alamat Perusahaan
C.      Gambaran Singkat Proyek
1.       Sejarah Singkat Perusahaan
2.       Jenis Bidang Usaha (Kegiatan Utama Perusahaan
3.       Pemilik Perusahaan

BAB. III. ASPEK ORGANISASI DAN MANAJEMEN
A.      Organisasi
1.       Identitas Perusahaan
a.       Nama Perusahaan
b.      Alamat Perusahaan
2.       Legalitas Usaha
a.       Bentuk/Badan Hukum Perusahaan
b.      Perijinan Usaha
3.       Struktur Organisasi
B.      Manajemen
1.       Unsur Pimpinan Perusahaan
a.       Pimpinan Perusahaan
b.      Pimpinan Unit/Divisi/Bagian
2.       Uraian Tugas/Pekerjaan
3.       Karyawan (Tenaga Kerja Tidak Langsung/Pegawai Administrasi)
BAB IV. ASPEK PEMASARAN
A.      Desjripsi/Gambaran Pasar Kwalitatif
1.       Nama Produk yang dipasarkan dan kegunaanny
2.       Wilayah/Daerah Pemasaran
3.       Segmen pasar/kelompok pembeli
4.       Sitem Transportasi Perdagangan yang
5.       Sistem Saluran Distribusi di wilayah pemasaran
B.      Deskripsi Pasar Kwalitatif
1.       Permintaan produk
a.       Permintaan masa lalu (min. 5 th) atau yang berjalan selama ini
b.      Proyeksi permintaan untuki minimal 5 (lima) tahun mendatang
c.       Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan selama ini, dan masa datang
C.      Kesimpulan Aspek Pemasaran

BAB V. ASPEK TEKNIS PRODUKSI/OPERASI
A.      Deskripsi Teknis Produksi
1.       Nama Produk
2.       Dimensi Teknis Produk
3.       Spesifikasi Teknis Produk/Standar Mutu Produk
B.      Teknologi Produksi
1.       Alur Proses Produksi
2.       Sistem produksi
C.      Kapasitas Produksi dan Rencana Produksi
1.       Kapasitas Produksi Pertahun
2.       Rencana Produksi
D.      Bahan Baku dan Bahan Penolong
1.       Bahan Baku
2.       Bahan  penolong
E.       Pengolahan/Pembuangan Limbah
F.       Kebutuhan  Biaya Aspek Teknis Produksi
1.       Biaya Investasi
a.       Pengadaan mesin peralatan Produksi
b.      Pengadaan tanah dan bangunan pabrik
c.       Pengadaan utilitas
d.      Pengadaan fasilitas pengolahan limbah
2.       Biaya Operasi Produksi (1 tahun)
a.       Upah tenaga kerja produksi
b.      Biaya bahan baku dan bahan penolong
c.       Biaya pemeliharaan/operasional mesin peralatan & fasilitas prodiuksi
d.      Biaya Operasional pengolahan Limbah
G.     Kesimpulan Analisis Aspek Teknis/Produksi/operasi

BAB VI. ASPEK KEUANGAN
A.      Struktur Pembiayaan Perusahaan (Pemodalan)
1.       Pembiayaan Investasi (Modal Investasi)
2.       Pembiayaan Produksi dan Operasi (Modal Kerja)
3.       Struktur Permodalan (Modal Investasi dan Modal Kerja)
4.       Sumber Pendanaan Modal (Modal Sendiri dan Pinjaman)
B.      Proyeksi Keuangan Perusahaan
1.       Laporan Laba/Rugi 5 (lima) tahun mendatang
2.       Laporan Arus kas proyeksi 5 tahun Mendatang
3.       Laporan Neraca Perusahaan Proyeksi  5 tahun Mendatang
C.      Analisis Profitabilitas
1.       Margin Laba ( Cash Flow)
2.       Profitability Indeks (PI)
3.       Tingkat Kemampuan Pengembalian Investasi
a). IRR
b). Payback Priod
4. Titik Impas (Break Event Point)
5.  Posisi Liquiditas Keuangan
D. Kesimpulan Analisa Aspek Keuangan

Bab VII. Penutup
A.      Kesimpulan Studi Kelayakan
B.      Rekomendasi Tindak Lanjut



Semoga bermanfaat

Sabtu, 05 Januari 2019

18.15 No comments

PROFIL USAHA BUMDESA

BUMDes Panggung Lestari


NAMA BUMDESA 
:
PANGGUNGLESTARI
ALAMAT DESA
:
PANGGUNGHARJO
KECAMATAN
:
SEWON
KABUPATEN 
:
BANTUL
PROPINSI
:
DAERAH ISTIMEWAYOGYAKARTA
IJIN USAHA  
:
IUMK dengan Nomor 111/SWN/IUMK/V/2016
NPWP    
:
74.811.080.6-543.000
TANGGAL BERDIRI
:
25 MARET 2013


SEJARAH PENDIRIAN BUMDESA PANGGUNG LESTARI


Sejarah berdirinya BUMDESA Panggung Lestari berawal dari unit usaha KUPAS (Kelompok Usaha Pengelolaan Sampah) yang didirikan pada akhir tahun 2012. Pada bulan Maret 2013,melalui Perdes No. 7 Tahun 2013 tentang Pendirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan KUPASDA  didesain sebagai salah satu unit usaha Perusdes Panggung Lestari yang bergerak pada bidang jasa pengelolaan lingkungan. Kemudian, guna memberikan daya dukung atas pelaksanaan program tersebut, pemerintah desa mengalokasikan dana cadangan yang ditujukan untuk pendirian BUMDesa sebesar Rp. 12.000.000,- ditambah dengan Rp.25.000.000,- sebagai modal penyertaan sehingga secara keseluruhan, setoran modal pemerintah desa sejumlah Rp.37.000.000,- . Setoran modal tersebut, digunakan untuk operasional awal dan pengadaan fasilitas pendukung (renovasi TPS Pasar Niten, DP motor Tossa dan lain sebagainya).


Dalam Anggaran Dasar BUM Desa Panggung Lestari sebagaimana dijelaskan dalam Peraturan Desa tersebut dijelaskan bahwa maksud dari pendirian BUM Desa Panggung Lestari adalah: 
  1. Untuk meningkatkan nilai guna atas aset dan potensi desa untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat Desa; dan
  2. Untuk meningkatkan kemampuan keuangan Pemerintah Desa Panggungharjo dalam penyelenggaraan pemerintahan dan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui berbagai kegiatan ekonomi masyarakat   

Sedangkan tujuan pendirian BUM Desa Panggung Lestari adalah:
  1. Mewujudkan kelembagaan perekonomian masyarakat perdesaan yang mandiri untuk memberikan pelayanan terhadap kebutuhan masyarakat;
  2. Mendukung kegiatan investasi lokal, penggalian potensi lokal serta meningkatkan keterkaitan perekonomian perdesaan dan perkotaan dengan membangun sarana dan parasarana perekonomian perdesaan yang dibutuhkan untuk mengembangkan produktivitas usaha perdesaan;
  3. Mendorong perkembangan perekonomian masyarakat desa dengan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam merencanakan dan mengelola pembangunan perekonomian desa;
  4. Meningkatkan kreativitas dan peluang usaha ekonomi produktif masyarakat desa yang berpenghasilan rendah;
  5. Menciptakan kesempatan berusaha dan membuka lapangan kerja; dan
  6. Meningkatkan pendapatan asli desa.

Dukungan pemerintah desa pasca lahirnya UU Desa disamping berupa dukungan regulasi  sebagaimana yang  disampaikan diatas juga berupa fasilitasi penambahan modal dengan jumlah total Rp. 175.000.000,- yang diberikan secara bertahap dalam dua tahun anggaran yaitu lima puluh juta rupiah pada tahun 2015 dan sisanya diberikan pada tahun 2016 sehingga total penyertaan modal desa di BUMDesa Panggung Lestari dari sejak awal pendiriannya adalah  Rp 212.000.000,-

Dukungan regulasi maupun fasilitasi penambahan modal yang diberikan kepada BUMDesa Panggunglestari, menjadikan BUMDesa Panggung Lestari berkemampuan untuk meningkatkan produk dan layanannya.Pada tahun 2016 ini setidaknya terdapat tiga unit usaha yaitu KUPAS, Swadesa dan Agrobisnis.  Tercatat pula, pada tahun 2016, BUMDesa Panggung Lestari menandatangani kerjasama minyak goreng bekas (jelantah) yang sudah diolah menjadi bahan bakar pengganti solar  dengan salah satu perusahan multi nasional yaitu PT. Tirta Investama (Danone Aqua), Klaten secara bussiness to business.


JENIS BIDANG USAHA

1. Jasa Pengelolaan Sampah (Kupas)


Sampai dengan awal 2018 unit usaha KUPAS ini terus mengalami perkembangan dari aspek jumlah pelanggan/masyarakat yang dilayani. jumlah pelanggan KUPAS telah mencapai angka 1090, jumlah ini diluar masyarakat yang dilayani oleh para mitra KUPAS yang melakukan penjemputan secara mandiri.  

TPS3R Panggung Harjo
Kegiatan Pengolahan Sampah 3R


Selain pendapatan retribusi, unit usaha KUPAS juga memperoleh pendapatan lain dari hasil penjualan hasil pemilahan sampah berupa:
  • Hasil penjualan rosok (bahan daur ulang/recycle material)
  • Bahan organik untuk pupuk organik
  • Bahan organic untuk pakan ternak dan
  • Sumber energy dalam bentuk biomasa dan biogas 
Disamping mengupayakan nilai tambah dari penjualan rosok, KUPAS juga mendorong pemanfaatan sampah organik, dimana sejak tahun 2015 telah diupayakan  untuk mengolah bahan organik baik melalui proses aerob melalui pengkomposan untuk menghasilkan pupuk organic padat maupun melalui proses anaerob guna menghasikan menjadi pupuk padat,pupuk cair maupun biogas.

Dari kegiatan tersebut, setidaknya 4-5 kwintal pupuk organic padat dan ratusan liter pupuk organic cair dihasilkan. Sampai dengan akhir tahun 2017, pupuk organik yang dihasilkan tersebut digunakan untuk keperluan sendiri, khususnya untuk mendukung unit usaha agro.

Pengolahan Pupuk Organik Bumdes Panggung Harjo
Instalasi pengolahan pupuk organik


Instalasi biogas Bumdes Panggung Lestari  yang digunakan untuk mengolah material organik secara anaerob
untuk menghasilkan pupuk padat, pupuk cair dan biogas


 2. Pengelolaan Minyak Goreng Bekas Untuk Bahan Bakar


Pengelolaan Jelantah (UCO) yang dilakukan oleh BUMDesa Panggung Lestari bekerjasama dengan Danone Aqua, Klaten sejak tahun 2016. Pada tahun 2017 kemarin, jumlah UCO yang dikirim ke Danone sebanyak 42 ribu liter. Guna memenuhi kebutuhan bahan baku, minyak goreng bekas, BUMDesa Panggung Lestari bekerja sama dengan beberapa pengepul minyak goreng bekas yang ada di Yogyakarta dan sekitarnya. Selain itu juga menggandeng bank sampah dan peran ibu-ibu PKK di desa Panggungharjo.

Penandatangan MOU dengan Danone


 3. Pengolahan Minyak Nyamplung (Tamanu Oil)


Minyak nyamplung adalah minyak nabati yang dihasilkan dari proses pemerasan dari biji nyamplung (Calophyllum inophyllum) yang telah dikeringkan. Diproduksi dengan menggunakan teknologi tepat guna hasil rekayasa yang dilakukan secara mandiri yang dapat menghasilkan kapasitas produksi sampai dengan 500-600 liter per bulan Minyak ini merupakan salah satu jenis minyak nabati yang sebenarnya mempunyai banyak fungsi selain menjadi bahan biodiesel/biosolar. Saat ini bermitra dengan ratusan petani di sepanjang pantai selatan jawa yang masuk dalam wilayah kabupaten Purworejo, Kebumen dan Cilacap JawaTengah.

Alat Destilasi Nyamplung

 4. Kampoeng Mataraman


Merupakan usaha yang bergerak di jasa wisata edukasi  dan kuliner berbasis masyarakat agraris. Kampoeng Mataraman berlokasi di Selatan Jalan Ringroad Selatan desa Panggungharjo, kecamatan Sewon, kabupaten Bantul, daerah Istimewa Yogyakarta. Lahan yang digunakan untuk mendukung pengembangan kawasan adalah lahan milik desa seluas + 6 hektar. Kampoeng Mataraman resmi dibuka pada tanggal 29 Juni 2017 dengan produk dan layanan yang di tawarkan kepada konsumen berupa warung makan dengan menu khas tradisional jawa.



Kampung Mataram Panggung Harjo
Kampung Mataram Panggung Harjo

Dari bagian depan, di sisi kanan terdapat bangunan dari kayu dan bambu, kedepannya akan dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi ruang pertemuan. Disisi sebelah kiri merupakan pintu masuk Kampoeng Mataraman dan area parkir yang luas. Lebih kedalam lagi terdapat dua buah limasan, satu tobong seni, satu dapur, satu ruang ratengan, satu ruang vvip, mushola dan kolam ikan. Di area belakang merupakan lahan pertanian yang dikelola oleh unit agro. Terdapat berbagai macam jenis tanaman padi, kacang koro, dan sayuran.






5. Swalayan Desa (Swadesa)


Istilah SWADESA muncul sebagai cita-cita untuk menciptakan sebuah sistem layanan pemasaran terhadap produk-produk masyarakat desa supaya mempunyai sistem dan penetrasi pasar yang lebih baik lagi.  Pengelolaan gerai Swadesa dikerjasamakan dengan ibu-ibu anggota UP2K Desa Panggungharjo. Gerai Swadesa dimanfaatkan oleh ibu-ibu anggota UP2K untuk menjual hasil karya mereka. Gerai Swadesa yang berada di  rest area Numani diharapkan dapat menarik setiap tamu yang singgah di rest area numani. Setiap tamu study banding di Desa Panggungharjo yang menggunakan bus besar wajib parkir di rest area Numani. Dengan demikian, diharapkan tamu study banding mampir dan membelanjkan uang saku mereka di gerai swadesa.


Gerai Swadesa Panggung Harjo
 



Selain gerai Swadesa, di rest area numani juga terdapat Kedai kopi yang diberi nama  Kandang Kopi. Kedai Kopi yang dikonsep menyerupai kandang ternak ini, berada persis di sebelah barat gerai swadesa. Kedai Kopi ini juga dikerjasamakan dengan ibuibu anggota UP2K Desa Panggungharjo. Selain mengurusi gerai Swadesa Numani dan Kandang Kopi, Kepala unit Swadesa juga diberi tugas untuk mengelola kios dan lapak yang ada di rest area Numani.  


Sumber : 
Profil Bumdes Panggung Lestari Desa Panggung Harjo

Recent Post

Popular Posts

Blog Archive